Sabtu, 14 Mei 2016

Kelemahan Peternak Semut




Apa yg membuat Anda tertarik memelihara semut? Apakah beternak semut itu mudah?
Sebelumnya mungkin akan ada beberapa teman yg gerah membaca tulisan ini, tapi demi kemajuan kita bersama, kemudahan bagi pemula dan kelangsungan peternak yg sudah eksis bersusah payah memulai usaha, saya akan tuliskan bbrp hal yg mungkin bisa Njenengan jadikan pertimbangan sebelum menginvestasikan banyak uang dan waktu untuk memulai usaha beternak semut kroto.


Dari fakta di lapangan, entah ratusan atau bahkan ribuan orang yg sudah berkunjung di kandang KrotoJogja dari segi semangat patut saya acungi jempol. Dan tidak bisa dipungkiri sebagian besar dari mereka datang karena terbawa arus booming semut kroto. Sebagian sudah berbekal membaca dari buku atau dari internet tentang budidaya semut kroto. Dan dari ratusan yg datang itu, ratusan pula saya mentahkan. Apakah itu?

1. Tentang hasil kroto
Rata-rata orang percaya bahwa dalam satu toples sosis bisa menghasilkan setengah ons kroto tiap bulan. Entah darimana asal muasal pendapat ini, tp begitu merebak di kalangan peternak pemula. Yg jelas bbrp oknum sengaja membiarkan asumsi ini demi keuntungan mereka.
Lalu berapa hasil kroto dari tiap toples semut? Benar setengah ons. Bahkan lebih. Tapi, tidak semua. Dari ratusan toples di rak, tidak lebih dari 10% yang mempunyai berat setengah ons. Hanya beberapa toples yg terletak di pojok atau pinggir rak yg terisi penuh, krn ada kecenderungan semut utk menghuni sarang yg dekat dengan jalur terlebih dahulu. Faktor lain dari hasil kroto selain desain media juga pakan, lingkungan, jumlah ratu, suhu, dan lain sebagainya, sudah sering kita bahas dalam artikel lain di Agrobisnis Sukabumi
Dari pengalaman ternak sayadengan perbandingan suhu di beberapa tempat, hasil kroto dalam satu toples sosis adalah 0.10 sampai 0.55 ons. Dan itu tidak bisa kita hitung rata-rata karena grafik terbesar ada pada kisaran 0.30 ons ke bawah. Jadi, jangan coba-coba memulai budidaya semut kroto dengan pengajuan proposal pendanaan berdasarkan hitungan dari orang yg memanfaatkan dana saudara

2. Tentang beternak semut kroto tanpa ratu
Saya kira sudah cukup jelas dalam artikel ‘fungsi ratu’, dan sebagai bahan pertimbangan tentang jumlah ratu bahwa karena perkembangan populasi semut pekerja/perawat sangat pesat maka jumlah ratu pada awal kita budidaya tentu saja menjadi sangat kurang dalam bulan-bulan berikutnya. Ketersediaan ratu dan atau ketakutan penjual bibit akan minat pembelilah yg mendorong pendapat beternak semut kroto tanpa ratu dapat berhasil. Lebih rumit lagi bukan ? dalam hal ini saya comment tergantung analisis anda kerena ilmu ini terus berkembang, yang pasti kroto Sukabumi tanpa ratu, nah lho ... he he

3. Tentang toples sosis sebagai media budidaya
Kita pernah mengulas dalam artikel media budidaya, bahwa semut tidaklah pemilih dalam hal media untuk sarang. Penggunaan media didasari atas mudahnya kita mencari media tersebut dan mudahnya pengelolaan termasuk panen dan pembersihan. Paralon, bambu, besek, kardus atau apapun masing-masing mempunyai kelemahan dan keunggulan. KrotoJogja menggunakan toples sosis hanya untuk pengiriman bibit, krn packing kuat, mudah didapat dan ukurannya diketahui publik. Toples juga mudah dipantau sehingga terjadi transparansi antara penjual dan pembeli.

4. Tentang continuitas hasil panen
Kesinambungan panen selama ini diyakini bahwa dari setiap koloni yg kita kembang-biakkan akan terus-menerus menghasilkan kroto tanpa mengenal musim. Hal ini adalah salah besar. Hasil kroto bagus di kala musim penghujan menginjak bulan kedua sampai sepertiga akhir musim kemarau. Diluar musim ini hasil kroto menurun drastis dikarenakan muncul calon ratu dan drones atau pejantan. Tatacara mengatasi musim ini akan kami bahas dalam artikel selanjutnya.

5. Tentang kandang
Banyak iklan tentang usaha budidaya semut kroto yg menonjolkan bahwa seolah-olah semut tidak membutuhkan banyak tempat, bisa diletakkan dimana saja dan seolah-olah bisa dikesampingkan. Kandang budidaya semut kroto yg benar haruslah terisolir, tidak terganggu dan karena membahayakan otomatis harus diletakkan tersendiri terbebas dari aktifitas hunian. Penggunaan mesin dan obat-obatan maupun pewangi dalam hunian sangatlah mengganggu semut.

6. Tentang Pakan
Hasil kroto sangatlah bergantung dari pakan. Dalam rumus FCR, tentu saja utk jumlah berat hasil yg kita inginkan membutuhkan berat pakan satu atau bbrp kali jumlah beratnya. Tidak akan mungkin kita mendapatkan sekilo kroto jika jumlah pakan tidak sebanding atau lebih. Bisa kita logika darimana asalnya. Akan kami ulas setelah ini.

Ada beberapa kelemahan peternak semut kroto yg tidak dapat kami ulas satu per satu, semoga dalam waktu yg lain dapat kami kemukakan. Monggo dipelajari dulu dengan seksama, usahakan melihat peternakan yg sudah berjalan sebagai referensi budidaya, dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming tentang kemudahan beternak dan hasil kroto, karena semut merupakan ternakan yg tidak umum. Hasil dari ternak semut hampir tak jauh beda dengan ternak lain pada umumnya, semakin besar hasilnya otomatis semakin banyak resiko dan modal entah itu waktu maupun dana. Mari kita lebih bijak menyikapi..
Kunjungi kandang Kroto Sukabumi untuk referensi sebelum budidaya.


Salam hijau ...

Jumat, 13 Mei 2016

Trik Memberi Makanan Semut Rangrang Penghasil Kroto




Kroto Sukabumi. Dalam usaha budidaya semut rangrang atau ternak kroto kita harus mengenali sumber-sumber makanan bagi semut rangrang. Pakan yang berkualitas menjadi s8angat vital dalam menentukan hasil dari panenan kroto kita.
Hal yang sangat dihindari untuk terjadi adalah kekurangan makanan, wadah makanan kosong. Apabila wadah pakan kosong maka semut akan memakan telurnya sendiri hal ini sangat membahayakan karena akan mengurangi panenan kita. Jenis pakan semut rangrang diantaranya jenis serangga, daging dan larva
Hampir semua jenis serangga dapat digunakan untuk pakan semut. Walaupun demikian, jenis jangkrik atau ulat hongkong adalah yang paling disukai oleh semut rangrang. Selain jenis itu, jenis makanan hasil olahan semacam sisa daging yang masih menempel pada tulang juga disukai semut rangrang. Semut angkrang juga menyukai larva seperti tawon dan semacamnya.
  • Ulang Hongkong
Ulat hongkong mempunyai kandungan protein yang tinggi. Semut rangrang menyukai ulat ini. Biasanya semut rangrang akan memboyong beberapa ulat tersebut ke dalam sarang untuk kemudian dimakanya. Harga ulat hongkong 1 ons sekitar Rp 5 ribu rupiah cuku untuk 30 toples selama sekitar 7 hari.

  • Ulat Pisang
Protein yang terdapat di dalam ulat pisang sangat baik untuk perkembangan rangrang. Di alam liar semut rangrang juga memakan ulat jenis ini, apabila sarangnya berdekatan dengan pohon pisang.
  • Jangkrik
Jangkrik termasuk makanan favoriut semut rangnrang. Namun, serangga jenis ini memiliki banyak kaki, sehingga untuk dijadikan oakan, kaki-kaki harus dipatahkan terlebih dahulu agar jangkrik tidak meloncat.
  • Belalang
Seperti dengan jangkrik, belalalng di alam liar juga di incar oleh semut rangrang sebagai mangsa. Namun, untuk pakan kaki-kaki dan sayap harus dilepas agar tidak terbang
  • Cacing Tanah
Untuk pakan selingan, cacaing pub bisa menjadi alternatif yang baik. Di alam liar cacing juga menjadi santapan semut rangarang
  • Cicak
Selain cacing, pakan alternatif selingan yang lainya adalah cicak. Sebaiknya tidak memberi cicak yang masih hidup karena pasti akan lari .. ha ha ha

Salam hijau dari Agrobisnis Sukabumi

TRIK PELETAKAN BIBIT KROTO DI RAK




TRIK PELETAKAN BIBIT KROTO DI RAK disini Kroto Sukabumi akan berbagi:

1. Taburi rak dengan gula pasir yang masih kering secukupnya saja di tiap rak tidak usah banyak-banyak.
2. Kasih penyangga lidi atau kayu buat akses keluar masuk Semut Kroto.
3. Buka tutup Toples dan letakkan Bibit Kroto dimulai dari rak yang paling atas atau shaft ke dua.
4. Berikan gula pasir sedikit saja di tutup Toples yang ditaruh diatasnya
5. Bila ada Ratu Kroto taruh/letakkan di rak paling atas
6. Setelah smua terbuka lakukan penyemprotan kabut dengan air gula seperti contoh pada gambar dibawah ini.
7. Letakkan piring yang berisi air gula dan piring buat pakan Semut Kroto.
 
Biasanya mulai diminum/dimakan setelah 2-3 hari hal ini disebabkan banyaknya makanan yang kita tabur di rak tersebut seperti gula pasir dan air gula yang disemprot di Rak Kroto tersebut.

Setelah itu amati hasil nya bila terjadi banyak Semut Kroto yang jatuh berarti ada yang salah dalam ruangan tempet penangkaran tersebut misal banyaknya cahaya,ataupun angin yang masuk .
 
Begitulah trik peletakan bibit kroto di rak sebagai mana dilakukan Kroto Sukabumi.

Salam hijau sahabat !!!

TRIK MELIPATGANDAKAN KOLONI SEMUT RANGRANG




Sebelum kita membahas Trik Melipatgandakan Koloni Semut Rangrang alangkah baiknya kita membahas aspek pendukungnya, yaitu pertama Kandang harus mengadopsi sekurang-kurangnya 75 % keadaan seperti di alam bebas, Kedua  bibit semut yang kita tangkar harus memiliki kriteria bibit unggul, Ketiga Pola perawatan yang dilakukan lebih memicu pertumbuhan dan perkembangan dari semut rangrang tersebut, dan Keempat menjaga kestabilan ruang gerak, dari mulai suhu, cahaya, udara dan lain sebagainya.


Adapun triknya sebagai berikut :


  1.  Jangan tergesa-gesa melakukan penambahan jumlah toples. Maksimal penambahan toples yang disarankan 10 : 1, artinya jika kita memiliki 10 toples penambahan yang di sarankan maksimal 1 toples.
  2. Sesuaikan ukuran rak dengan jumlah koloni semut.
  3. Jarak antar toples jangan terlalu rapat, di usahakan tidak kurang dari 2 jari tangan.
  4. Minimalkan menggerak-geraknan toples maupun kandang baik di sengaja maupun tidak di sengaja. Karena semut akan merasa terganggu dan akan mencari sarang baru.

Demikinan Trik Melipatgandakan Koloni Semut Rangrang.

Salam Agrobisnis Sukabumi

Perilaku Semut Rangrang – Rela Berkorban

Pahlawan selalu siap berkorban demi nusa dan bangsa,,,,,kata-kata itu selalu kita dengar saat dibangku sekolah. Namun jangan salah ternyata sifat Rela Berkorban ini berlaku juga untuk koloni semut rangrang. Perilaku ini terlihat setelah team Agrobisnis Sukabumi mengamati sekian lama fenomena ini.
Beberapa kondisi dapat menyebabkan sifat Rela Berkorban ini muncul karena beberapa hal misalnya ada peluang “jalan” koloni dapat melarikan diri dari tempat bersarang.
Ini terjadi karena :
-          Semut memiliki keinginan untuk bersarang ditempat baru yang luas dibandingkan kandang buatan kita yang terbatas luasnya
-          kandang semut terlalu dekat dengan dinding sehingga semut berpikir untuk pindah ke lokasi baru
-          tempat/ember air pelindung kaki kandang terlalu kecil sehingga semut memiliki keinginan untuk menyeberang kelokasi baru
Dengan kondisi diatas maka koloni akan berupaya “kabur” melalui jalan diatas dan akan mengorbankan dirinya agar menjadi pijakan temannya misalnya menyeberang di air. Jadi akan banyak semut yang Rela Berkorban agar koloni dapat melarikan diri.
Untuk itu diperlukan trik-trik agar koloni yang kita pelihara dan merupakan asset jangan sampai melarikan diri. Hanya hitungan jam saja, koloni yang kita pelihara dengan modal jutaan rupiah dapat meninggalkan kandang tanpa kita ketahui.
Beberapa trik yang dapat kita gunakan :
-          posisi kandang jangan terlalu dekat dengan dinding ataupun benda yang menyebabkan koloni berpikir melarikan diri
-          usahakan ember/tempat air kaki kandang agak besar sehingga koloni tidakbisa menyeberang
-          beri larutan oli bekas pada ember air diatas namun resikonya akan banyak koloni yang mati
Demikian pengalaman team Agrobisnis Sukabumi dalam mengamati perilaku Rela Berkorban koloni ini.

Semoga bermanfaat……………